PERANTARANYA MERILIS ALBUM PERDANA, ‘LUMEN HISTOIRE’

 


PERANTARANYA MERILIS ALBUM PERDANA,
‘LUMEN HISTOIRE’

Kira-kira, alunan nada seperti apa yang cocok untuk
didengarkan saat berdiam sambil terhanyut dalam pikiran tentang dinamika
kehidupan? Akankah itu menjadi nada sedih yang menintrepretasikan keterpurukan?
Akankah itu menjadi nada yang riang yang menginterpretasikan perasaan
bersyukur? Ataukah full orkestra yang mungkin secara impulsif ingin didengarkan
dengan alasan “sedang ingin”? Dan seperti apa hal itu terdengar di abad 21?
Abad 21, jika kita berbicara tentang anak muda di Abad 21, para milenial dan
generasi z yang menguasai dunia digital dan dinamika permasalahan sosialnya.

Seperti apa bentuknya? Apa yang mereka lihat. Bagaimana cara mereka
meresponnya, dan bagaimana hal itu akan terdengar? Mungkin delapan lagu karya
band asal kelapa gading ini bisa menjadi interpretasi yang tepat untuk orang-orang
yang ingin ikut merasakan dan ditemani dalam proses dinamika kehidupannya.

Setelah merilis single perdananya pada tahun 2019 dengan judul ‘Thought of You’,
dan dua single pada tahun 2021 berjudul “What For” dan “Things Take Time/T3”.

Band asal Kelapa Gading, Jakarta Utara ini kembali dengan album perdananya yang
berjudul ‘Lumen Histoire’. Band Perantaranya kembali lagi dengan delapan track
eksperimentalnya, mereka berhasil mengkonstruksi atmosfer eksentrik. Sebuah
telinga untuk mendengarkan dan nasehat melodis yang dikombinasikan dengan
aransemen distingtif yang membuat tiap pendengar merasa intim dengan karya
inklusif band ini.

Lumen Histoire yang diambil dari bahasa latin ‘Sejarah Cahaya’ berusaha untuk
merespon fenomena pendewasaan diri tiap personil band. Fabio menjelaskan
bahwa dalam proses produksi album perdana ini, banyak dipengaruhi oleh
pengalaman personal para member Perantaranya. Mulai dari perselingkuhan,
kesalahpahaman, jarak hubungan, penghianatan, sampai perbedaan keyakinan.

Dengan demikian, Perantaranya merasa ada sebuah sejarah pendek yang patut
untuk diceritakan oleh tiap-tiap personilnya. Menjadi kesatuan sejarah pendek
dengan total durasi 33 menit 16 detik.



Comments

Popular posts from this blog

Oggie Este "Kafir"

Minimice Pop Culture

Antelop "Moral Berkarat"