Readyover “Tak Mengapa Berbeda”
Single Perdana Readyover “Tak Mengapa Berbeda”
Setelah jalan-jalan terjal ditapaki, lahirlah sebuah lagu dari band asal Yogyakarta, Readyover. Lagu “Tak Mengapa Berbeda” dirilis bersamaan dengan video musik yang sudah dapat diakses melalui YouTube resmi (Readyover) pada, Sabtu 20 Mei 2023, tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Single ini dapat didengarkan di berbagai platform.
Kilas balik pada tahun 2019, kontestasi politik menjadi tahun yang menegangkan bagi orang-orang kala itu. Permainan kekuasaan terjadi, berujung pada polarisasi secara masif. Segala hubungan antar manusia rusak, pertemanan, suami istri, keluarga, hanya karena mendebatkan siapa yang paling benar. Pilihan siapa yang paling suci.
Nahas, konflik seperti ini masih terjadi. Saat memilih menu makan siang, misalnya. Beberapa orang ingin makan bakso, beberapa yang lain yang melabeli dirinya sebagai pecinta mie ayam tidak menerimanya. Langkah-langkah lanjutan diambil, terjadi pemaksaan bagi mereka untuk satu suara terhadap mie ayam.
"Diriku, dirimu, terlahir berbeda
Tetapi bersama kan lebih indah"
Penggalan lirik dari single "Tak Mengapa Berbeda" ini lah yang menjadi pesan untuk disampaikan kepada pendengar. Jika memang manusia-manusia diciptakan berbeda, mengapa harus mendebatkannya?
Tak perlu menjadikan "kebenaran" satu paket dengan "kebaikan". Biarkan kebenaran menjadi milik pribadi, tapi kebaikan yang terus dijunjung tinggi. Agar tercipta harmoni dalam kemanusiaan.
Setelah jalan-jalan terjal ditapaki, lahirlah sebuah lagu dari band asal Yogyakarta, Readyover. Lagu “Tak Mengapa Berbeda” dirilis bersamaan dengan video musik yang sudah dapat diakses melalui YouTube resmi (Readyover) pada, Sabtu 20 Mei 2023, tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Single ini dapat didengarkan di berbagai platform.
Kilas balik pada tahun 2019, kontestasi politik menjadi tahun yang menegangkan bagi orang-orang kala itu. Permainan kekuasaan terjadi, berujung pada polarisasi secara masif. Segala hubungan antar manusia rusak, pertemanan, suami istri, keluarga, hanya karena mendebatkan siapa yang paling benar. Pilihan siapa yang paling suci.
Nahas, konflik seperti ini masih terjadi. Saat memilih menu makan siang, misalnya. Beberapa orang ingin makan bakso, beberapa yang lain yang melabeli dirinya sebagai pecinta mie ayam tidak menerimanya. Langkah-langkah lanjutan diambil, terjadi pemaksaan bagi mereka untuk satu suara terhadap mie ayam.
"Diriku, dirimu, terlahir berbeda
Tetapi bersama kan lebih indah"
Penggalan lirik dari single "Tak Mengapa Berbeda" ini lah yang menjadi pesan untuk disampaikan kepada pendengar. Jika memang manusia-manusia diciptakan berbeda, mengapa harus mendebatkannya?
Tak perlu menjadikan "kebenaran" satu paket dengan "kebaikan". Biarkan kebenaran menjadi milik pribadi, tapi kebaikan yang terus dijunjung tinggi. Agar tercipta harmoni dalam kemanusiaan.



Comments
Post a Comment